Kunci Sukses Grameen Bank: Wanita dan Open Source
Tgl : 20 June 2010, Oleh : administrator
Jakarta - Lembaga keuangan mikro Bangladesh, Grameen
Bank, yang didirikan oleh peraih Nobel Ekonomi tahun 2006 Muhammad
Yunus diakui berhasil menjadi penggerak roda perekonomian suatu negara.
Tak pelak, mereka pun jadi contoh bagi negara-negara lainnya.
Selidik
punya selidik, ternyata kesuksesan tersebut mampu diraih lembaga
keuangan ini lantaran dua faktor utama: Yakni wanita dan open source.
Kenapa demikian?
Menurut Muhammad Shahjahan, General Manager dan
Chief Financial Officer Grameen Bank, hampir 97% dari nasabah Grameen
Bank yang berjumlah total 25 juta adalah kaum hawa.
"Karena
wanita itu berorientasi pada keluarga, pada nilai-nilai kebaikan.
Mereka akan mempertimbangkan keluarga, anak-anaknya sebelum bertindak,"
katanya saat berbincang dengan detikINET usai workshop 'Microfinance Business & Information Technology' yang digelar Sharing Vision di Royal Plaza, Singapura.
Pria
yang juga deputi Muhammad Yunus ini menambahkan, wanita biasa bertindak
lebih bertanggung jawab dan jujur karena lebih memperhatikan keluarga
tadi.
Beda halnya dengan pria, imbuhnya, yang cenderung kurang
abai kepada keluarga. Bahkan, kerap mengkhianati anak dan istri
manakala memperoleh kesuksesan.
"Berdasarkan pengalaman, nasabah
wanita kami sangat taat mematuhi cicilan kredit. Oleh karenanya, dari
total pinjaman tingkat pengembaliannya mencapai 97,11 persen. Rasio
kredit macet kurang dari 3 persen," tutur Shahjahan.
Lebih
lanjut, ia mengatakan bahwa rahasia kesuksesan Grameen Bank selanjutnya
adalah penerapan teknologi informasi berbasis open source.
"Kita
bukan negara kaya. Setengah penduduk kita rakyat miskin. Karenanya
untuk infrastruktur TI, kita pergunakan seadanya dan semurah-murahnya.
Open source adalah pilihan terbaik kami," tukasnya.
Salah satu
aplikasi berbasis open source yang menjadi andalan Grameen Bank adalah
MIFOS (Microfinance Opensource). Aplikasi tersebut menerapkan konsep
web based management information system.
"Jadi kita tidak
memerlukan komputer dengan spesifikasi bagus. Cukup komputer bekas,
murah tapi masih bisa dipergunakan," Shahjahan menandaskan.